Course Content
AKSES BONUS
Impact Pluss Parent Builder: 30 Day Challenge Menjadi Creator Edukasi

Muhammad Munawir

๐Ÿ”น Founder & CEO Zantri Office Academi

Mindset seperti apa yang saya genggam tujuh sampai delapan tahun lalu?

Kemrungsung, tergesa-gesa, asal-asalan, minim ilmu, kurang bersyukur.

ย 

Semua itu hanya membawa saya pada satu siklus hidup yang melelahkan.

Saya ingin cepat sukses, tapi jalan yang saya pilih sering potong kompas.

Saya ingin hasil instan, padahal prosesnya belum saya nikmati.

Saya sering ikut-ikutan tanpa paham apa yang sebenarnya saya butuhkan.

Saya merasa sibuk, tapi tidak produktif.
Saya merasa bergerak, tapi sejatinya hanya berputar di tempat.

Dan dengan mindset seperti itu… apa hasilnya?

Apakah saya bertumbuh?
Atau justru tenggelam, terperosok dalam hidup?

Saya tahu jawaban rasanya karena saya mengalaminya sendiri. Dan ketika saya bertanya ke dalam diri: โ€œMindset ini sebenarnya menelurkan apa dalam hidup saya?โ€

Jawabannya:

  • ๐Ÿ”น Kecemasan Berlebih – Biangnya Introvert
  • ๐Ÿ”น Anxiety – Ketakutan Tiada henti
  • ๐Ÿ”น Psikosomatik
  • ๐Ÿ”น Stuck hidup
  • ๐Ÿ”น Hidup terasa horor
  • ๐Ÿ”น Rezeki entah ke mana
  • ๐Ÿ”น Uang seperti hilang
  • ๐Ÿ”น Syukur kayak kabur
  • ๐Ÿ”น Bahagia nyaris sirna

Semua terasa amblas.

Saya seperti di kolong jembatan.
Lapar. Gelap. Dingin. Sendirian. Lalu melihat sepotong roti. Saya makan, karena lapar. Ternyata rotinya busuk.

Dan di situ saya MULAI sadar… Saya nggak bisa seperti ini terus…ย  Saya mulai mencari dan belajar… Tapi ternyata… masuk ke mindset baru itu nggak mulus-mulus amat.

Tapi dari situ saya mulai bisa renang. Saya bertahan. Saya tumbuh. Saya mulai ikut kelas-kelas pengembangan diri, NLP, Hipnoterapy, EFT, SEFT, Sedona, Mind Reprogramming, DLL, dikelas:

  • – Kelas merilis trauma, emosi negatif
  • – Kelas quantum Touch healing
  • – Kelas memberdayakan diri

Saya ditempa dengan perjalanan kecemasan lumayan lama ya ibu bapak. Padahal saya juga Lulusan Pesantren, Pengajar Madrasah Qur’an. Tapi kalo Allah mau menempa kita lebih baik, ya ternya kita harus mau menerima dengan caranya Allah.

Scroll to Top